Minggu, 27 September 2015

PERAN PEMUDA DALAM MENGUPAYAKAN KEBERMANFAATAN TEKNOLOGI DI ERA MODERN




(IKA NURMAWATI, MAHASISWA PRODI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA)

            Teknologi merupakan salah satu dampak dari adanya globalisasi. Globalisasi telah membawa perubahan besar-besaran dalam kehidupan manusia di seluruh bagian dunia. Informasi di suatu negara dengan sangat cepat diketahui masyarakat di negara-negara lainnya. Globalisasi pada akhirnya membawa serta penyebaran gaya hidup, pemikiran, kebudayaan dan ideologi.[1]
            Teknologi, sering sekali kita mendengar teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan teknologi? Apakah teknologi informasi selalu identik dengan komputer? Apakah juga benar jika telepon seluler merupakan bagian dari teknologi informasi? Banyak para pakar yang memberikan definisi mengenai teknologi informasi. Haag dan Keen mendefinisikan teknologi informasi sebagai seperangkat alat yang membantu Anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi. Martin mendefiniskan teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi computer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memroses dan menyimpan informasi, melainkan mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi. Teknologi dan informasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan karena keduanya saling berhubungan.
            Teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi. Teknologi computer adalah teknologi yang berhubungan dengan komputer, termasuk peralatan-peralatan yang berhubungan dengan computer seperti printer, pembaca sidik jari, dan bahkan CD-ROM. Computer adalah mesin serbaguna yang dapat dikontrol oleh program, digunakan untuk mengolah data menjadi informasi. Sedangkan teknologi komunikasi atau bisa disebut dengan teknologi komunikasi adaah teknologi yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh.[2]
            Perkembangan teknologi yang semakin pesat harus bisa diwujudkan dalam bentuk yang bermanfaat bagi kehidupan bersama. Banyak berbagai cara guna memanfaatkan teknologi dengan baik dan bertanggung jawab. Semua kemajuan dan kemakmuran suatu bangsa tergantung dari sumber daya manusianya. Walaupun sumber daya alam harus mendukung tetapi sesungguhnya sumber daya manusianyalah yang sangat diutamakan, sebab manusialah yang berperan aktif dalam kemajuan suatu bangsa, terutama pada pemudanya.
            Pemuda merupakan aset bangsa yang sangat berharga bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kemajuan dan kehancuran suatu negara ada pada diri pemudanya. Di era modern, era globalisasi saat ini teknologi semakin berkembang pesat. Hal ini dapat dilihat dengan berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Kita sebagai pemuda harus berperan dan berpartisipasi untuk mewujudkan bangsa yang tentunya lebih maju, sehingga bangsanya menjadi sejahtera. Tentunya kita sebagai pemuda sudah tidak asing lagi dengan kata-kata Bung Karno yang berbunyi, “Beri aku sepuluh pemuda maka aku akan mengguncangkan dunia.” Betapa penting dan sangat berpengaruh peran pemuda dalam suatu bangsa.
            Sebagai pemuda kita harus bisa mengupayakan kemajuan teknologi yang semakin pesat, kita sebagai pemuda pun harus bisa mengendalikan tantangan dari perkembangan teknologi dengan pengupayaan memberikan manfaat untuk bangsa. Pesatnya perkembangan teknologi akan membawa pola pikir dan pola hidup seorang pemuda menjadi berubah.
Dalam kehidupan sehari-hari ternyata teknologi dapat memberikan dampak positif, namun teknologi pun dapat memberikan pengaruh negatif. Dampak positif dari teknologi ialah teknologi membawakan kemudahan, kemakmuran, kenyamanan dan mampu membuat interdependensi secara global yang terus meningkat. Dampak negatifnya adalah berupa kesenangan dan ketergantungan, sehingga membuat pemuda malas, selalu bergantung dengan teknologi. Melalui teknologi juga bisa menimbulkan polusi yang membuat atau bahkan membunuh manusia. Penggunaan teknologi dapat menimbulkan dampak negatif apabila dilaksanakan secara tidak bertanggung jawab. Tergantung bagaimana peran pemuda dalam menyikapi hal tersebut.
Sains dan teknologi dalam kemajuan dunia saling berhubungan. Sains dan teknologi tidak berkembang dalam hampa udara, ia berkembang dalam sistem masyarakat, ia berkaitan dengan dengan sistem udara, ia berkembang dalam sistem ekonomi, sistem ekonomi berlandaskan industry yang dipelopori teknologi.[3] Tantangan terbesar bagi seorang pemuda saat ini ialah bagaimana caranya untuk mencapai  cita-citanya guna memberikan manfaat bagi bangsanya melalui teknologi informasi.
Ada beberapa dampak positif yang mendatangkan kemudahan. Walau di paragraf sebelumnya sudah disebutkan dampak positif, saya ingin memberikan contoh dampak positif yang bisa diterapkan dan dilakukan oleh pemuda dalam kehidupan.
1.     Dengan teknik modern orang dapat mengendalikan aliran sungai, dengan membuat bendungan, saluran primair dan saluran skunder. Dari pengaturan air tersebut petani mendapatkan kemudahan dalam memperoleh air. Selain untuk pertanian, bendungan dapat digunakan untuk pembangkit tenaga listrik sehingga masyarakat mendapatkan kemudahan energi.
2.     Dengan teknologi modern telah dapat dibuat bermacam-macam alat yang dapat meringankan pekerjaan seseorang seperti dengan adanya kalkulator untuk mempermudah orang dalam berhitung, adanya mesin cuci, kompor gas atau listrik, kulkas dan alat rumah tangga elektronik lainnya yang dapat mempermudah pekerjaan rumah tangga.
3.     Dengan teknik modern dapat dibuat bermacam-macam alat transportasi seperti kapal terbang, kapal laut, atau transportasi darat dan sarana komunikasi seperti pesawat telepon, telegram, satelit, radio, TV, dan lain-lain.[4]

Beberapa dampak negatif teknologi yang menyesatkan manusia, khususnya remaja dan pemuda saat ini, yaitu:
1.     dengan adanya teknologi banyak yang menyalahgunakannya. Saat ini banyak remaja yang mencari foto-foto atau video porno. Hal tersebut mampu merangsang nafsu para remaja atau pemuda saat ini.
2.     banyaknya manipulasi data. Banyak orang yang memanipulasi data untuk dirinya sendiri.
3.     bermain games membuat pemuda larut dalam kesenangannya, sehingga terkadang lupa dengan waktu. Bahkan banyak siswa yang akhirnya bolos sekolah karena keasyikan bermain games.
4.     teknologi juga dapat dijadikan bahan contekan. Saat ini semakin berkembangnya teknologi dengan pesat, semakin banyak pula yang bermain curang dan tidak jujur, karena teknologi banyak siswa yang mencari jawaban cepat melalui internet.
5.     dengan adanya teknologi membuat media semakin berkembang pula. Saat ini banyak remaja dan pemuda yang gemar bertengkar dan berkelahi di media sosial, mengatakan sesuatu yang sangat kasar, bahkan karena teknologi juga bisa diberikan sanksi, hukuman, bahkan dipenjara.

Perkembangan teknologi di negara-negara maju telah disadari akibat-akibat yang ditimbulkan teknologi tersebut. Rakyat di Negara berkembang sebaiknya dapat menarik manfaat dari kemajuan teknologi, memilih dan mengambil apa yang dapat dimanfaatkan. Oleh karena itu, perlu sekali mempercepat proses teknologi.
Perkembangan teknologi sebagaimana telah kita lihat dalam sejarah mendorong kemajuan dan kekuatan suatu bangsa. Dengan ini ada Negara-negara yang tidak mempunyai ekonomi yang kuat dan disegani negara lain, seperti Jepang.
Sebagai pemuda kita memiliki peran untuk mengupayakan kebermanfaatan teknologi di era modern seperti ini. Kita bisa memberikan manfaat teknologi dalam bidang pendidikan, sosial dan budaya. Ada beberapa cara yang membuat pemuda memiliki peran untuk memberikan kebermanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
1.     Menggunakan teknologi sebagai ajang berdiskusi. Melalui internet kita bisa berdiskusi dengan siapa pun. Semakin canggihnya teknologi saat ini dan semakin banyak pula media sosial yang bisa dijadikan ajang diskusi. Misalnya, whatsapp, line, path, dan lain-lain. Melalui media tersebut kita bisa berdiskusi tentang hal apapun. Saat ini banyak sekali menggunakan grup whatsaapp dan line sebagai media diskusi. Misalnya ada grup belajar menulis, di grup itulah kita bisa berdiskusi, sebab ada guru yang mengarahkan, membimbing serta mengoreksi tulisan dari setiap individu.
2.     Menggunakan teknologi untuk mengajak kegiatan bakti sosial. Saat ini banyak media yang memperlihatkan dan mengajak masyarakat untuk bakti sosial. Melalui media kita bisa mendeskripsikan suatu wilayah yang sangat memprihatinkan, atau bisa juga memperlihatkan dan mendeskripsikan seseorang yang membutuhkan bantuan kita. Melalui media, internet, banyak orang yang mengetahui hal tersebut, bahkan merasa empati.
3.     Membuat aplikasi yang bermanfaat guna menunjang pembelajaran. Seperti saat ini, sudah ada KBBI offline yang bisa digunakan pelajar atau mahasiswa. Ada juga EYD dalam bentuk aplikasi, dan masih banyak lagi.
4.     Melalui teknologi kita bisa mengenalkan budaya kita terhadap negara luar. Kita bisa mengembangkan teknologi dengan cara memperlihatkan budaya Indonesia. Ada aplikasi yang bernama instagram, aplikasi tersebut digunakan untuk membagikan foto atau gambar yang ingin kita perlihatkan. Instagram merupakan salah satu media sosial yang bisa mendongkrak ketenaran seseorang, lembaga, bahkan budaya. Kita bisa membagikan foto-foto yang mencirikan budaya Indonesia sehingga warga negara asing bisa mengetahui dan tertarik dengan budaya Indonesia.
5.     Dengan teknologi kita bisa membuat jembatan pelangi yang warnanya berasal dari cahaya, hingga membuat orang-orang tertarik. Dengan demikian, dapat meningkatkan ekonomi negara kita. Melalui teknologi kita bisa membangun dan menciptkan tempat atau pemandangan indah yang membuat negara kita semakin dikenal dengan negara luar.
6.     saat ini mungkin kita jarang mendengar lagu tradisional yang ada di Indonesia. Tetapi kita bisa melakukan cara agar lagu-lagu di Indonesia, terutama lagu-lagu yang mencirikan budaya Indonesia bisa tetap bertahan, bahkan dikenal dengan negara lain. Kita bisa melakukan hal tersebut dengan menyanyikan lagu tersebut, kita bisa merekamnya lalu kita bagikan di media sosial yang bernama soundcloud. Melalui cara tersebut kita bisa bebas menyanyikan lagu apa saja, dan kita bisa memberikan informasi bahwa lagu tersebut merupakan salah satu lagu tradisional yang menjadikan ciri khas budaya yang ada di Indonesia.

Pemuda bisa menjadikan bangsanya berada dalam peradaban yang baik, serta kemajuan dan kemakmuran yang semakin meningkat. Pemuda juga bisa menghancurkan bangsanya melalui cara berpikirnya. Peran pemuda sangatlah penting untuk menciptakan teknologi yang bermanfaat untuk bangsanya sendiri. Pemuda yang cerdas ialah pemuda yang mampu merealisasikan ilmunya dengan berbagai hal yang membuat bangsanya lebih baik. Pemuda yang bertanggung jawab ialah pemuda yang mampu mempraktikan segala ilmunya dalam kehidupan bermasyarakat. Pemuda yang kreatif ialah pemuda yang mampu membuat perubahan kecil yang akan membawa perubahan besar, bahkan mampu mengguncang dunia.


DAFTAR PUSTAKA
Aly Abdullah, Eny Rahma. 2010. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara
Kadir Abdul, Tera Ch. Triwahyuni. 2003. Pengenalan Teknologi Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi
Takariawan Cahyadi. 2004. Problematika Dakwah di Era Indonesia Baru. Solo: Era Intermedia



[1] Cahyadi Takariawan, Problematika Dakwah di Era Indonesia Baru (Solo: Era Intermedia, 2004) hlm. 115.
[2] Abdul Kadir, Tera Ch. Triwahyuni, Pengenalan Teknologi Informasi (Yogyakarta: Penerbit Andi, 2003) hlm. 3.
[3] Abdullah Aly, Eny Rahma, Ilmu Alamiah Dasar (Jakarta: Bumi Aksara, 2010) hlm. 116.
[4] Ibid., hlm. 128

BERDOA UNTUK KEMAKSIATAN: MUDA-MUDI JATUH CINTA

Ada sekerumunan muda-mudi yang jatuh cinta, dimabuk cinta yang menenggelamkannya dalam nafsu yang berujung pada maksiat. Coba kau lihat, di sana sekelompok sepasang kekasih sedang mamadu rindu dan kasih, saling bergenggaman tangan dan menatap satu sama lain. Barangkali mereka sudah lama tidak berjumpa, dan tidak bersua. Boleh ya aku katakan itu 'berlebihan'. Mengapa aku mengatakan seperti itu? Karena memang tak seharusnya melampiaskan rindu dan cinta sedemikian rupa. Saling berjalan berdua, menggenggam tangan yang bukan mahramnya, saling menatap dalam tatapan yang dalam dan tenggelam dalam larutan rasa yang menggebu-gebu namun tak sampai dalam bangunan cinta yang kokoh.

Aku ingin bertanya wahai hati, ketika kau jatuh cinta haruskah menjalin hubungan yang justru akan membuatmu dan orang yang kau cintai masuk dalam jurang kemaksiatan? Mengapa pula kau harus mengucapkan janji saling setia, mengucapkan kata-kata rindu dan cinta akan tetapi pada akhirnya kau juga meraskan ikatan yang bisa lepas dan putus kapan saja?

Hati, aku boleh bertanya lagi? Sudah seberapa lama waktu yang kau berikan untuk ibunda dan ayahandamu, orang tuamu yang selalu menunggumu agar kau bisa menghabiskan waktumu di usia orang tuamu yang semakin senja. Kau justru lebih memilih pergi bersama kekasihmu, padahal ibumu dan ayahmu sudah mempersiapkan hari agar kau bisa berbincang banyak seperti dulu saat kau masih kanak-kanak. Sebesar apakah perhatianmu pada orang tuamu? Sedang kau sibuk sekali bertanya pada si kekasih, "kamu udah makan?" , "kamu lagi apa?", "kamu udah bangun, udah mandi?" dan berbagai pertanyaan hingga perhatian yang terlalu kau fokuskan dibandingkan ayah dan ibu kau.

Aku ingin bertanya lagi ya. Mengapa kau selalu berdoa penuh harap, ketika kau sudah satu bulan atau bahkan sampai beberapa tahun menjalin kisah kasih, kau selalu berdoa, "semoga hubungan kita langgeng ya. Semoga tidak ada lagi kecemburuan yang berlebihan, tidak ada lagi pertengkaran. Aku berharap kita bisa saling mengisi kekosongan satu sama lain. Aku harap kita bisa sama-sama lebih dewasa. Berharap untuk selalu setia. Semoga hubungan ini bisa bertahan." Mungkin seperti itu doa para sepasang kekasih yang hubungannya sudah memasuki bulan pertama, kedua sampai seterusnya. Mengapa harus berdoa untuk kenikmatan sesaat yang justru menenggelamkan kau dalam maksiat. Alangkah lebih baik jika di dalam doa kau, kau doakan kedua orang tuamu, kau doakan saudara-saudaramu, kau doakan tetangga-tetanggamu, mendoakan sahabat-sahabatmu, mendoakan kebaikan untuk dirimu dan sendiri dan orang lain. Berdoalah sebanyak mungkin, tapi mengapa harus berdoa agar hubungan kau dengan kekasih bisa bertahan lama? Aduhai hati, dengan berdoa seperti itu maka kau sudi masuk dalam kemaksiatan. Aku tahu, aku paham kau terlalu cinta dengan kekasihmu. Namun, tidak seperti itu caranya. Bukan dengan menjalin hubungan lalu saling berdoa agar Tuhanmu meridhai apa yang kau jalin? Kalau saja kau tahu, Tuhanmu, Rabbmu cemburu padamu. Berdoa sedemikian banyaknya agar hubungan kau tetap terjaga. Perlu kau ketahui, Rabbmu bisa jadi cemburu padamu lalu membiarkanmu jauh dari kekasihmu. Rabbmu yang menghilangkan rasa cinta kau dengan kekasihmu, bisa jadi. Bisa jadi Rabbmu sudah terlalu bising mendengar doa-doamu untuk kemaksiatanmu dengan kekasih, akhirnya Rabbmu mengabulkan doa-doamu tapi Dia tidak ridha denganmu. Barangkali juga Dia gusar terlalu sering melihatmu lebih mesra dengan kekasihmu itu.

Wahai hati yang berselimut cinta, jika memang benar kau mencintai kekasihmu berdoalah agar Rabbmu menguatkan perasaanmu hingga Dia yang akan mempertemukanmu dengan kekasihmu dalam ikatan suci, yang tentunya diridhai-Nya.
Wahai jiwa yang bermandikan kasih, jika memang kau ingin mengecup kekasihmu dengan kasih kecuplah dalam doa dan pengharapan pada Rabbmu hingga Dia yang memadukan kasihmu dalam balutan murni, bukan balut nikmat yang berujung pada maksiat. Jika suatu hari kau dapati seseorang, dan ternyata itu bukan kekasih yang selama ini dengan mudahnya menggenggam tanganmu dan mencuri waktumu dengan orang tuamu tiba-tiba pergi, meninggalkanmu begitu saja. Bagaimana rasanya?

Aduhai hati, berdoalah dan terus berdoa. Tetapi jangan selalu berdoa untuk didekatkan pada hubungan yang tidak diridhai, pada jalinan yang membuatmu terperosok dan tertatih dalam lubang hitam bernama maksiat.

Hasil gambar untuk al isra 32

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS Al Isra: 32)

Jika kau mau meresapi ayat itu, resapilah dengan hati terdalam.
Semoga aku, kau, dan kita selalu dihindarkan dari maksiat yang membuat kita terlena. Aamiin




Bagaimana Kalau Bukan Kamu?

Bagaimana jadinya ketika aku sudah terlalu lama memendam rindu bahkan rasa yang terkadang mengusuk ketenangan diriku, tiba-tiba lenyap oleh ribuan kecewa yang tak kuinginkan? Namun, aku harus menerimanya dengan ikhlas walau berat sekali untuk menerimanya.

Bagaimana jika seseorang yang aku impikan itu adalah kamu, tetapi takdir menuliskan bukan kamu? Padahal aku memimpikan sejak lama, dalam hening dan dalam jarak jauh yang membuat kita tak pernah bersua lagi melalui apapun.

Bagaimana jika aku sudah terlalu lama menyebut namamu, akan tetapi takdir memilih yang lain, bukan kamu? Padahal boleh jadi kerap kali aku menyebut namamu setiap sujud panjang dan dalam doa-doaku yang tenggelam bersama Rabbmu.

Bagaimana jadinya jika aku sudah terlalu lama menyembunyikanmu dari segala hiruk-pikuk tawaan karib-karib kita? Mencoba bersembunyi di balik sesak yang menggumpal. Mencoba bercerita di atas ketidakbenaran yang tak perlu diperbincangkan.

Bagaimana rasanya ketika harapan-harapan aku untuk membangun mahligai cinta karena-Nya bersamamu tiba-tiba runtuh sebab angin yang membuat harapan itu runtuh dan terbawa angin, lalu pergi? Itu bukan hasrat angin ingin meruntuhkan harapan-harapanku, tetapi takdirlah yang membisikannya.

Bagaimana rasanya ketika aku terlalu sering menuliskanmu pada setiap tulisanku, pada setiap bait-bait yang kugoreskan pada setiap lembar kertas putih, pada setiap rekaman kata-kataku terlahir dari jiwa yang tahir? Pada akhirnya semua kalimat-kalimatku lambat laun akan terhapus dari segala ruang memoriku, sebab ternyata bukan kamu yang tertulis dalam Lauh Mahfuzh yang dicatat-Nya.

Bagaimana jika takdirku bukan terletak padamu? Apakah Allah bisa meruntuhkan segala rasa itu? Rasa yang berkecamuk dalam dada dan pikiran. Bagaimana caranya agar aku benar-benar mampu melepaskan dan mengikhlaskanmu, sebab bukan kamu yang Allah pilihkan untukku. Sebab nanti akan ada laki-laki pilihan-Nya yang mungkin pilihan terbaik untukku dari-Nya, bukan pilihan terbaik menurutku.

Sadarlah, bahwa terkadang aku memang harus mempersiapkan segala sesuatu yang mungkin saja bisa terjadi. Cepat atau lambat. Bahagia atau sedih. Cemas atau penuh harap.

AKU INGIN MENCINTAIMU, KEKASIH

Di sana ada cinta melayang-layang di langit biru bercampur keemasan, di dekat ombak-ombak yang saling berkejaran. Tak kuasa aku mencengkramnya, agung sekali cara langit menatap laut: lembut dan penuh mesra. Walau jarak antara langit dan laut jauh.

Itulah sebabnya, aku ingin mencintai kekasihku meski dengan jarak jauh. Akan tetapi sesungguhnya aku dan kekasihku begitu dekat. Begitu hangat jikalau kita saling berjumpa di saat hening mulai merambat dan orang-orang terlalu larut dalam igauannya.

Hai, lihat, bukankah ketika sepasang kekasih bertemu akan meramu kelezatan perjumpaan sepasang kekasih. Lalu, mengapa justru aku menangis sedan di saat perjumpaan aku dengan sang kekasih?
Rabb, aku pada-Mu ya Rabb, pada lelehan air mata Kita. Agar aku merintih lalu Kau melipurku, di binar yang khalis sekali.

Aku masih tetap boleh cinta, kan, mencintai-Mu?
Aku masih boleh bersandar, kan, di pundak-Mu?

Jakarta, 27 September 2015


Nur Adiba | @ikanur_21 | pesonasastra.tumblr.com | ikanur21

Kisah dalam Mimpi

Suatu malam aku bermimpi tentang seorang pemimpin; pemimpin Ibu Pertiwi
mimpiku sungguh menyeramkan
pemimpinku naik becak, blusukan
mondar-mandir ke jalan kecil, becek, sumpek
di dalam mimpiku juga ia seperti Umar yang berkeliling kota
yang hidupnya sederhana
namun itu dusta, kami tertipu
sebelum menjadi pemimpin, dulu ia berjanji akan memudahkan rakyat miskin
tidak membuat menderita
sebelum pemimpinku terpilih menjadi pemimpin ia sangat sederhana
berita-berita meliputinya
wartawan tersenyum, memasang wajah simpati
bapak-bapak berharap dapat menjabat tangannya
ibu-ibu berteriak histeris, seperti dapat diskon besar-besaran
para remaja menarik tangannya
anak-anak mengikuti langkahnya dari belakang
suatu hari pemimpinku terpilih menjadi pemimpin
kau tahu?
semenjak itu segala harga membumbung tinggi
beras langka, dan harga mahal
kartu miskin belum berjalan dengan semestinya
ketika mendapatkan bantuan; sembako
banyak yang berbaris
mengantri
anak kehilangan ibu
ibu mencari anak
ibu-ibu protes dan menyesal memilihnya
bapak-bapak geram dan ingin memukul
kini pemimpinku dan segala rekan-rekan kerjanya anti Islam
situs Islam diblokir, alergi Islam
segala tindak tanduknya diabadikan dalam kamera
bagaikan selebritis, yang kemana-mana diawasi kamera
tapi kamera yang hanya merekam kebaikannya
kamera yang sudah diatur sedimikian rupa
oh, itu ternyata bukan mimpi
itu nyata dan ada
Jakarta, 26 April 2015

PELANGI DI MATAMU

Aku mencintaimu, sungguh mencintaimu karena Allah. Kamu, ya kamu membuatku jatuh pada hatimu. Kamu bukan hanya cantik, tapi kamu begitu shalihah. Kamu begitu lembut, kamu selalu merasakan apa yang aku rasakan. Meski aku belum mengatakan, belum menceritakan apa-apa. Pandanganmu pun sungguh sangat tenang, nasihatmu sungguh sangat menyentuh, “bersabarlah Allah tahu bahwa kamu mampu menjalankan semua ujian-Nya,” katamu ketika ujian terus saja datang kepadaku, dan aku terkadang tak mampu menyimpannya. Hanya denganmu, hanya padamu aku berani cerita, menceritakan segalanya.

Kamu selalu memberikan warna dalam hidupku. Matamu indah bak pelangi, membuat hati lebih berwarna. Membuatku tersenyum, dan mengelilingiku dengan bunga-bunga indah. Suatu sore kamu mengajakku ke suatu tempat, kamu mengajakku berputar dan mengelilingi taman indah. Penuh bunga-bunga emas dan kupu-kupu biru. Kamu terus mengajakku berputar dan terus berputar. Hingga aku terjatuh, sebab pusing telah menyerangku. Bayanganmu tiba-tiba berpendar bersama datangnya kupu-kupu yang sangat banyak. Bayanganmu semakin mengecil, dan mataku pun hanya terpejam. Sesak sekali hanya melihat bayanganmu saja. Tuhan telah mengambilmu dariku, mengambil mata pelangimu dari genggamanku.

Makna Hubungan Angin dan Daun

“Apa yang kaurekam dari suara angin, dari daun-daun yang rapi mengetuk jendela, kehabisan kata untuk melepaskan dirinya terbawa angin. Apa yang kau tangkap dari daun yang berjatuhan, hingga menutupi jalan setapak?”

“Apa yang kau rasa ketika malam mulai menyala dan angin mulai rusuh, lalu daun-daun menjatuhkan tubuhnya dan menggesek tubuhnya di jalan itu? Seperti ada kerinduan pahit yang dialami angin dan daun, tak bisa saling mengatakan. Hanya membuat dirinya tersiksa satu sama lain.”
Ada yang menafsirkan tentang hubungan gaib antara angin dan daun, menafsirkan rahasia daun yang mengetuk di balik jendela; berkali-kali tapi malu-malu. Kadang ia mengintip di balik jendela, lalu meniupkan suara ketukan yang membuat si puspa ingin membuka tirainya. Ada yang aneh, ketika puspa mengintip di balik tirai. Ada lelaki yang duduk termangu bertopang dagu. Ketika puspa membuka pintu, lelaki itu pergi bersama angin yang kembara. Lelaki itu seperti ada ikatan kuat dengan angin dan dedaunan; menyatu. Ketika lelaki itu datang, maka angin pun segera riuh dan daun-daun saling berbincang. Puspa masih saja terdiam dan berdiri di saat angin menari begitu mahir. Puspa masih bertanya-tanya, “siapakah gerangan yang beberapa hari ini mengetuk jendelaku, menunggu di depan pintu.”

Tak ada jawaban, yang ada hanya suara angin yang membuat dedaunan runtuh. Tidak ada rupa yang tampak, hanya ada bayang-bayang lelaki yang selama ini puspa tunggu. Memimpikan ketukan dari lelaki dingin tapi berhati sutra. Memimpikan sapaan di antara angin yang saling berbisik, yang membersit dari angin hingga daun-daun menggelincir di balik pintu: mengintip dua insan yang saling merindu di balik jendela. Oh, atau barangkali membayangkan semacam diksi yang akan mengantarkan lelaki itu di pembaringannya.
Puspa masih bertanya-tanya dalam benak, “mungkinkah lelaki itu, engkau wahai yang masih tetap kutunggu? Apakah lelaki itu kau, yang sudah masuk terlalu dalam di jiwaku?” Malam semakin terkuak dan angin semakin liar. Tetiba seorang lelaki menepuk lembut pundak puspa, namun lelaki itu justru berkata, “jangan kau menengok ke belakang. Aku tak ingin kau melihat wajahku yang tertutup daun karena angin yang membawanya. Bersama ini kubawakan sehelai daun, bacalah dan sampai jumpa.” Belum sempat puspa menengok ke belakang, lelaki itu langsung terbawa angin. Puspa membaca kata-kata yang tersusun rapi pada sehelai daun itu: aku adalah yang kau doakan, yang kau impikan, yang kau tunggu selama ini. Maaf bungaku, jika selama ini aku hanya mampu menyampaikan rindu melalui angin yang gaduh dan daun yang saling berbisik. Maaf bungaku, jika aku ingin berbicara padamu hanya bisa mengetuk jendelamu. Tunggu aku, besok akan kutemui lagi dirimu, bersama impian yang akan terajut indah.

Barangkali perempuannya sudah terlalu lama merekam bait-bait kata yang tersusun rapi, dan menghafalnya. Bahwa lelaki itu ialah lelaki yang dinantikannya sejak beberapa tahun lamanya. Oh, barangkali kini lelakinya lupa akan bait-bait yang pernah dituliskannya atau mungkin terbawa angin liar yang membuatnya tak kembali lagi.



Jakarta, 2015